Showing posts with label Khasanah. Show all posts
Showing posts with label Khasanah. Show all posts

16 October 2008

PINANGAN

Pinangan adalah sebuah tradisi yang dilakukan sebelum menuju ke jenjang pernikahan,dalam syariat islam ditetapkan beberapa tata cara peminangan.

ARTI PEMINANGAN

Peminangan merupakan langkah awal yang dilakukan oleh laki-laki sebelum adanya proses pernikahan(wedding party).Dalam hal ini bermaksud apakah sang laki-laki diterima atau tidak oleh keluarga wanita.
Dengan tujuan utama yaitu untuk menghindari kesalahpahaman diantara kedua belah pihak keluarga.

HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMINANGAN

Melihat Wanita yang Dipinang
Dalam hal ini bahwa sang laki-laki boleh melihat wanita,sesuai hadis yang diriwayatkan oleh at-tirmidzi "Lihatlah kepadanya! Itu akan lebih mengeratkan kasih sayang dan persatuan"
Tapi hal ini juga ada aturannya,jangan sampai menyalahi aturan dalam islam.Aturan tersebut sebagai berikut :
1. Seorang peminang tidak diperbolehkan melihat calon istri kecuali benar-benar bahwa dia akan mengawini wanita tersebut.
2. Hanya diperbolehkan melihat wajah dan kedua telapak tangan calon istrinya.
3. Diperbolehkan melihat berulang kali,hal ini bermaksud supaya perasaan dapat merasuk ke hati.
4. Bercakap-cakap juga diperkenankan.
5. Dilarang (tidak diperkenankan) berjabat tangan dengan calon istri.
6. Tidak boleh berdua-duaan pada saat acara perpinangan.
7. Peminang bloeh melihat calon istri tanpa sepengetahuan calon istri (curi-curi pandang)

Dalam hal tukar cincin masih banyak diperbincangkan mengenai pemakaian emas oleh pihak laki-laki.Karena ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa laki-laki dilarang mengenakan cincin (emas).Menurut sebuah sumber yang saya tahu larangan mengenakan cincin bagi laki-laki adalah :

1. karena dianggap meniru-niru golongan orang lain.
"Barang siapa meniru suatu kaum, maka dia termasuk golongan kaum itu"HR.Imam Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar

2. Laki-laki dilarang pakai emas

Hal ini sebenarnya ada beberapa pendapat yang menyatakan emas itu haram dipakai kaum laki-laki ada pula yang berpendapat lain.

Sumber : Dari Beberapa Sumber.

Tujuan penulisan karena penulis ingin belajar bagaimana cara meminang yang baik menurut syariat islam.disamping itu penulis juga berkeinginan mendapat calon dengan cepat.Amien.
For all responden please pray for me to get married with someone who love me.

[Selengkapnya...]

26 September 2008

LEBARAN

Sudah 26 Hari kita lalui saat-saat berpuasa. Tinggal menghitung hari lagi kita akan memasuki hari yang kita tunggu dimana di saat itu hari yang menyenangkan hati kita,jiwa kita dan raga kita. Yah Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1429 H.

Sedih teramat sedih bila kita merasakan bahwa Bulan Suci Ramadhan akan segera berakhir, dimana di bulan Ramadhan ini kita di uji dan di tempa dari segala hal yang bersifat buruk dan Nafsu. yang menjadi pertanyaan setiap jiwa adalah "apakah kita akan menjumpai Bulan Suci Ramadhan Tahun depan?". Sedih teramat sedih bila mengingat akan hal ini, yang selalu mengingatkan kita akan kematian.

Namun Sebentar lagi kita akan segera memasuki Hari Raya Iedul fitri. Secara Harfiah Iedul Fitri yaitu Kembali Kepada Kesucian seperti halnya sebuah kertas putih yang belum ternoda,bayi yang baru lahir.

Mengingat Iedul Fitri (Lebaran) apa yang ada dalam benak saudara-saudara ?
Dari diri saya pribadi yang saya ingat adalah :
1. MUDIK
Kebiasaan Mudik Adalah kebiasaan yang sudah dari dahulu dan turun temurun.Para pemudik berombongan melakukan aktivitas ini dengan caranya masing-masing.Baik dengan menggunakan angkutan umum seperti Bus,Kereta Api,Kapal,Pesawat dan lain sebagainya maupun yang menggunakan angkutan Pribadi (Kendaraan roda dua/motor). Menurut sumber berita bahwa aktivitas mudik dengan menggunakan sepeda motor naik hingga 20-30% dari tahun sebelumnya.
2. SILATURAHMI
Setelah melaksanakan Sholat Iedul Fitri Kebanyakan warga melakukan silaturahmi baik ke tetangga sebelah rumah maupun ke sanak saudara.
3. OPOR AYAM (Maaf penulis lagi berpuasa jadi inget makanan :) )
Nah yang satu ini kebanyakan orang atau dalam keluarga tidak akan pernah ketinggalan dengan memasak ini.Ingat Opr Ayam jadi ingat masakan Alm. Ibu tercinta...Hiks...Hiks...
4. BAJU BARU
Yang satu ini nih banyak orang yang gak mau ketinggalan dengan hal ini, kebanyakan mereka beranggapan bahwa kita tlah menang dalam peperangan melawan hawa nafsu dan telah merdeka dengan jiwa baru,hati baru dan ga ketinggalan pakaian baru...hihihi... penulis kapan yah beli pakaian baru... (ahhh kapan kapan ajah lah ga waktu lebaran juga ga ngaruh kan..)
5. dan lain lain karena masih banyak lagi aktivitas di saat hari kemenangan...

"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN"

[Selengkapnya...]

Beryukur dan Berjuang

Alkisah, di beranda belakang sebuah rumah mewah, tampak seorang anak sedang berbincang dengan ayahnya.
*) "Ayah, nenek dulu pernah bercerita kepadaku bahwa kakek dan nenek waktu masih muda sangat miskin, tidak punya uang sehingga tidak bisa terus menyekolahkan ayah. Ayah pun harus bekerja membantu berjualan kue ke pasar-pasar.
*) "Apa betul begitu, Yah?" tanya sang anak.

Sang ayah kemudian bertanya, "Memang begitulah keadaannya, Nak.Mengapa kau tanyakan hal itu anakku?"

Si anak menjawab, "Aku membayangkan saja ngeri, Yah. Lantas, apakah Ayah pernah menyesali masa lalu yang serba kekurangan, sekolah rendah dan susah begitu?"

Sambil mengelus sayang putranya, ayah menjawab, "Tidak Nak, ayah tidak pernah menyesalinya dan tidak akan mau menukar dengan apa pun masa lalu itu. Bahkan, ayah mensyukurinya. Karena, kalau tidak ada penderitaan seperti itu, mungkin ayah tidak akan punya semangat untuk belajar dan bekerja, berjuang, dan belajar lagi, hingga bisa berhasil seperti saat ini."

Mendapat jawaban demikian, si anak melanjutkan pertanyaannya, "Kalau begitu, aku tidak mungkin sukses seperti Ayah, dong?"

Heran dengan pemikiran anaknya, sang ayah kembali bertanya, "Kenapa kau berpikir tidak bisa sukses seperti ayah?"
"Lho, kata Ayah tadi, penderitaan masa lalu yang serba susahlah yang membuat Ayah berhasil. Padahal, aku dilahirkan dalam keluarga mampu,kan ayahku orang sukses," ujar si anak sambil menatap bangga ayahnya. "Ayah tidak sekolah tinggi, sedangkan Ayah menyuruhku kalau bisa sekolah sampai S2 dan menguasai 3 bahasa, Inggris, Mandarin,
dan IT. Kalau aku ingin sukses seperti Ayah kan nggak bisa, dong.Kan aku nggak susah seperti Ayah dulu?"

Mengetahui pemikiran sang anak, ayah pun tertawa. "Hahaha, memang kamu mau jadi anak orang miskin dan jualan kue?" canda ayah.

Digoda sang ayah, si anak menjawab, "Yaaaah, kan udah nggak bisa memilih. Tapi kayaknya kalau bisa memilih pun, aku memilih seperti sekarang saja deh. Enak sih, punya papa mama baik dan mampu seperti papa mamaku hehehe."

Sang ayah lantas melanjutkan perkataannya, "Karena itulah, kamu harus bersyukur tidak perlu susah seperti ayah dulu. Yang jelas,siapa orangtua kita dan bagaimana keadaan masa lalu itu, kaya atau miskin, kita tidak bisa memilih, ya kan? Maka, ayah tidak pernah menyesali masa lalu. Malah bersyukur pada masa lalu yang penuh dengan penderitaan, dari sana ayah belajar hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan pada manusia akan arti keindahan dan nilai kehidupan. Yang jelas, di kehidupan ini ada hukum perubahan yang berlaku. Kita bisa merubah keadaan jika kita mau belajar, berusaha, dan berjuang habis-habisan. Tuhan memberi kita segala kemampuan itu, gunakan sebaik-baiknya. Dimulai dari keadaan kita saat ini, entah miskin atau kaya. Niscaya, semua usaha kita diberkati dan kamu pun bisa sukses melebihi ayah saat ini. Ingat, teruslah berdoa serta berusaha. Belajar dan bekerjalah lebih keras dan giat. Maka, cita-citamu akan tercapai."

Saudara ku yang budiman,
Pikiran manusia tidak mungkin mampu menggali dan mengetahui rahasia kebesaran Tuhan. Karena itu, sebagai manusia (puk nen sien cek) kita tidak bisa memilih mau lahir di keluarga kaya atau miskin. Kita juga tak bisa memilih lahir di negara barat atau di timur dan lain sebagainya.

Maka, jika kita lahir di keluarga yang kaya, kita harus mampu mensyukuri dengan hidup penuh semangat dan bersahaja. Sebaliknya, jika kita terlahir di keluarga yang kurang mampu, kita pun harus tetap menyukurinya sambil terus belajar dan berikhtiar lebih keras untuk memperoleh kehidupan lebih baik. Sebab, selama kita bisa bekerja dengan baik benar dan halal, Tuhan pasti akan membantu kita!
Ingat, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, tanpa orang itu mau berusaha merubah nasibnya sendiri.

Terus berjuang, raih kesuksesan!
Sumber : Cerita dan Curhat Teman... Thanks For Babi Dugem

[Selengkapnya...]

18 September 2008

Nuzulul Qur'an

Nuzulul Qur'an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur'an (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW.Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi :

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya

Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat diantara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' )
Di Indonesia sendiri peringatan Nuzulul Qur'an diperingati pada tiap tanggal 17 Ramadhan. Hal ini sudah merupakan tradisi di Indonesia dengan merujuk dari riwayat ibnu umar tersebut.

[Selengkapnya...]

16 September 2008

PACARAN Vs TA'ARUF

Jaman sekarang gampang banget ketemu sama orang yang lagi pacaran. Di jalan, mal, kampus, di mana-mana. Apalagi sekarang kan ada acara TV yang nyomblang-in orang sampai ke pengeksposean pernyataan cinta segala.

Sebetulnya apa sih pacaran itu? Biasanya kalau ada cowok dan cewek saling suka, salah satunya nyatain dan yang lainnya terima, itu berarti udah pacaran. Buat sebagian orang pacaran itu isinya jalan berdua, makan, nonton, curhat-curhatan. Pokoknya just for fun lah! Ada juga orang-orang tujuannya untuk lebih mengenal sebelum pernikahan.

Sebagai umat Islam kita perlu lho mengkritisi apakah “praktek pacaran” yang banyak dilakukan orang ini sesuai atau tidak dengan aturan-aturan dalam Islam.

Pertama, orang kalo lagi pacaran maunya berdua terus. Ah yang bener, iya apa iya. Beberapa hari enggak ditelpon udah resah, seharian enggak di sms udah kangen. Begitu ketemu pengen memandang wajahnya terus, wah pokoknya dunia serasa berbunga-bunga. Apalagi kalau pakai acara mojok berdua, di tempat sepi mesra-mesraan. Waduh, hati-hati deh, soalnya Rasulullah SAW bersabda, “ Tiada bersepi-sepian seorang lelaki dan perempuan, melainkan syetan merupakan orang ketiga diantara mereka.”

Kedua, kalau lagi pacaran rasanya seperti dimabuk cinta. Lupa yang lainnya. Dunia serasa milik berdua yang lainnya ngontrak. Hati-hati juga nih, nanti kita bisa lupa sama tujuan Allah menciptakan kita (manusia). FirmanNya, “ Dan tidak Kuciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS 51:56)

Ketiga, bukan rahasia lagi kalau di jaman serba permisif ini seks udah jadi bumbu penyedap dalam pacaran (Majalah Hai edisi 4-10 Maret 2002). Majalah Kosmopolitan juga mengadakan riset di lima universitas terbesar di Jakarta, dan ternyata dari yang mengaku pernah melakukan aktivitas seksual, sebanyak 67,1% pertama kali melakukan dengan pacarnya.
Memang banyak orang pacaran awalnya enggak menjurus ke sana. Tapi gara-gara sering berdua, ada kesempatan, dan diem-diem syetan udah ngerubung, yah terjadilah. Pertama pegang tangan, terus rangkul pundak, terus cium pipi, terus…..terus…..wah bisa kebablasan deh. Jangan salah lho, agama kita melindungi kita dengan melarang melakukan perbuatan-perbuatan itu. FirmanNya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu pekerjaan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS 15:32) Ternyata Al Quran udah melakukan tindakan preventif dengan melarang mendekatinya, bukan melarang melakukannya. Rasulullah SAW juga bersabda, “Seandainya kamu ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih baik bagimu daripada menyentuh perempuan yang tidak halal bagimu.” Jadi pegang-pegangan tangan juga mesti dihindari tuh.

Keempat, ternyata pacaran bukan jaminan akan berlanjut ke jenjang perkawinan. Banyak orang di sekitar kita yang sudah bertahun-tahun pacaran ternyata kandas di tengah jalan. Pacaran pun tidak menjadikan kita tahu segalanya tentang si dia. Banyak yang sikapnya berubah setelah menikah.

Kalaulah kini kita tahu praktek pacaran nggak menjadi suatu jaminan bahkan banyak melanggar aturan Allah dan tidak mendapat ridhoNya, masihkah kita yang mengaku hambaNya, yang menginginkan surgaNya, yang takut akan nerakaNya, masih melakukannya? Tapi kalau bukan dengan pacaran, gimana caranya ketemu jodoh? Jaman sekarang kan kita enggak bisa gampang percaya sama orang, jadi perlu ada penjajagan. Islam punya solusi yang mantap dan OK dalam memilih jodoh. Istilahnya ngetop dengan nama Ta’aruf, artinya perkenalan.

Pertama, ta'aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta'arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta'aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Ta'ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.

Kedua, ta'aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya. Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh).

Ketiga, dengan ta'aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?

Keempat, melalui ta'aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan. Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.

Kelima, kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta'aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama. Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan "digantung" pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.

Keenam, dalam ta'aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.

Nah ternyata ta'aruf banyak kelebihannya dibanding pacaran dan Insya Allah diridhoi Allah. Jadi, sahabat……..kita mau mencari kebahagian dunia akhirat dan menggapai ridhoNya atau mencari kesulitan, mencoba-coba melanggar dan mendapat murkaNya?

Refferensi dari : Kafemuslimah [dot] com

[Selengkapnya...]
Template by : TuRBiN turbins.blogspot.com